Kolaborasi untuk Lingkungan: Bappeda dan Bumi Pertiwi Asri Dorong Implementasi Ekonomi Sirkuler di Cisoka
Bumi Pertiwi Asri - Tantangan pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan tidak lagi dapat diselesaikan melalui pendekatan konvensional. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang mampu mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi mengelola sumber daya secara berkelanjutan.
Atas dasar itulah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang bersama Bumi Pertiwi Asri memperkuat sinergi dalam mendorong implementasi ekonomi sirkuler di Kecamatan Cisoka. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem lingkungan yang tidak hanya bersih, tetapi juga produktif.
Konsep ekonomi sirkuler menempatkan sampah sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali melalui prinsip mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, hingga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Bagi Kabupaten Tangerang, implementasi ekonomi sirkuler merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat budaya peduli lingkungan sejak tingkat komunitas.
Melalui kunjungan kerja pada Jumat, 3 Juli 2026, di Kampung Cinihung, Desa Karangharja RT 03/04, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Bappeda dan Bumi Pertiwi Asri mendorong lahirnya berbagai inisiatif berbasis masyarakat.
Inisiatif tersebut mencakup penguatan bank sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos dan eco-enzyme, edukasi pemilahan sampah dari sumber, serta pemberdayaan kelompok masyarakat agar mampu mengelola limbah menjadi produk bernilai tambah.
Direktur Bumi Pertiwi Asri, Ibu Holida Minihanova, menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi sirkuler tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat.
"Ekonomi sirkuler adalah investasi untuk masa depan. Sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan benar. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ibu Holida Minihanova.
Menurutnya, Bumi Pertiwi Asri berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan program-program lingkungan yang berdampak nyata. Pendampingan masyarakat, edukasi berkelanjutan, hingga pengembangan model ekonomi hijau menjadi bagian dari kontribusi organisasi dalam mendukung agenda pembangunan daerah.
Sementara itu, keterlibatan Bappeda menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Perencanaan pembangunan yang mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkuler diyakini mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.
Kecamatan Cisoka dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kawasan percontohan implementasi ekonomi sirkuler di Kabupaten Tangerang. Dengan dukungan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan warga, berbagai inovasi pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi gerakan kolektif yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.
Lebih dari sekadar program lingkungan, implementasi ekonomi sirkuler merupakan transformasi menuju cara hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap sumber daya alam.