Artikel Edukasi
1 July 2026
5 menit
Tim Yayasan Bumi Pertiwi Asri

Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Serius Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Serius Pengelolaan Sampah Berkelanjutan - Gambar 1
Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Serius Pengelolaan Sampah Berkelanjutan - Gambar 2
Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Serius Pengelolaan Sampah Berkelanjutan - Gambar 3
Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Serius Pengelolaan Sampah Berkelanjutan - Gambar 4
1 / 4

Bumi Pertiwi Asri, 1 Juli 2026 - Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menjadi peringatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa persoalan sampah telah memasuki fase yang membutuhkan penanganan lebih serius dan berkelanjutan.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (30/6) ini menghanguskan area tumpukan sampah seluas lebih dari dua hektare. Kobaran api disertai asap pekat menyulitkan proses pemadaman dan berdampak pada kualitas udara di wilayah sekitar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menjelaskan bahwa luas area terdampak terus bertambah sejak munculnya titik api pada pagi hari. "Kalau ditotal mungkin bisa lebih dari dua hektare luasannya. Yang posisinya kebakaran itu dari titik api kecil di sebelah barat tadi pagi, kemudian ditangani oleh petugas internal kami," ujar Ujat Sudrajat (Antara News).

Selain fokus pada pemadaman, DLHK juga mengimbau masyarakat di sekitar TPA, khususnya Kecamatan Mauk, Rajeg, dan Sukadiri, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap. Sejumlah warga yang berada paling dekat dengan lokasi bahkan sempat diarahkan mengungsi demi mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Di sisi lain, proses pemadaman menghadapi tantangan besar karena karakteristik timbunan sampah yang tinggi dan menghasilkan panas dari bagian dalam. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyampaikan bahwa kondisi tersebut membuat petugas kesulitan menjangkau titik api sehingga BPBD mengajukan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB, sambil minta laporan lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin," kata Achmad Taufik (Antara News). Ia menambahkan bahwa medan berupa gunungan sampah menjadi kendala utama karena akses menuju pusat api sangat terbatas.

Sampah Bukan Sekadar Masalah Akhir

Kebakaran di TPA Jatiwaringin kembali menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang masih bertumpu pada sistem kumpul-angkut-buang memiliki risiko tinggi, mulai dari kebakaran akibat akumulasi gas metana, pencemaran udara, hingga ancaman kesehatan masyarakat.

Peristiwa ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga refleksi bersama bahwa volume sampah yang terus meningkat harus dikurangi sejak dari sumbernya.

Komitmen Bumi Pertiwi Asri

Bagi Bumi Pertiwi Asri, kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat gerakan perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui program-program berikut:

  • Bank Sampah
    • Pengolahan sampah organik menjadi kompos
      • Produksi Eco Enzyme
        • Biopori dan komposter rumah tangga
          • Edukasi ekonomi sirkular dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
          • Setiap kilogram sampah yang berhasil dipilah, didaur ulang, atau diolah dari rumah merupakan langkah nyata untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir sekaligus menekan potensi terjadinya kebakaran di masa mendatang.

            Saatnya Berubah

            Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi pengingat bahwa solusi persoalan sampah tidak cukup hanya dengan memperluas lahan pembuangan atau meningkatkan kapasitas armada pengangkut. Yang lebih penting adalah membangun budaya masyarakat sadar lingkungan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, dan seluruh warga.

            Bumi Pertiwi Asri mengajak seluruh masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, mendukung program bank sampah, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai gerakan pelestarian lingkungan. Sustainable Actions, Lasting Impact, karena perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.